Thursday, January 27, 2011

KulTwit #Nikah by Salim A Fillah


1. Dalam isyarat Nabi tentang #Nikah, ialah sunnah teranjur nan memuliakan. Sebuah jalan suci untuk karunia sekaligus ujian cinta-syahwati.

2. Maka #Nikah sebagai ibadah, memerlukan kesiapan & persiapan. Ia tuk yang mampu, bukan sekedar mau. “Ba’ah” adalah parameter kesiapannya.

3. Maka berbahagialah mereka yang ketika hasrat #Nikah hadir bergolak, sibuk mempersiapkan kemampuan, bukan sekedar memperturutkan kemauan.

4. Persiapan #Nikah hendaknya segera membersamai datangnya baligh, sebab makna asal “Ba’ah” dalam hadits itu adalah “Kemampuan seksual.”

5. Imam Asy Syaukani dalam Subulus Salam, Syarh Bulughul Maram menambahkan makna “Ba’ah” yakni: kemampuan memberi mahar & nafkah. #Nikah

6. Mengompromikan “Ba’ah” di makna utama (seksual) & makna tambahan (mahar, nafkah), idealnya anak lelaki segera mandiri saat baligh. #Nikah

7. Jika kesiapan #Nikah diukur dengan “Ba’ah”, maka persiapannya adalah proses perbaikan diri nan tak pernah usai. Ia terus seumur hidup.

8. Izinkan saya membagi Persiapan #Nikah dalam 5 ranah: Ruhiyah, ‘Ilmiyah, Jasadiyah (Fisik), Maaliyah (Finansial), Ijtima’iyah (Sosial)

9. Persiapan #Nikah perlu start awal. Salim nikah usia 20 th, tapi karena persiapannya dimulai umur 15 th, maka tak bisa disebut tergesa.

10. Sebaliknya, ada orang yang #Nikah-nya umur 30 th, tapi persiapan penuh kesadaran baru dimulai umur 29,5 th. Itu namanya tergesa-gesa.

11. Kita mulai dari yang pertama; Persiapan Ruhiyah. Ialah nan paling mendasar. Segala persiapan #Nikah lainnya berpijak pada yang satu ini.

12. Persiapan Ruhiyah (Spiritual) ada pada soal menata diri menerima ujian & tanggungjawab hidup nan lebih berlipat, berkelindan. #Nikah

13. (QS Ali Imran 14): Sebelum nikah ujian kita linear: pasangan hidup. Begitu #Nikah berjejalin: pasangan, anak, harta, gengsi, investasi.

14. Sebelum #Nikah, grafik hidup kita analog dengan amplitudo kecil. Setelah menikah, ia digital variatif; kalau bukan NIKMAT, ya MUSIBAH.

15. Maka termakna jua dalam Persiapan Ruhiyah terkait #Nikah adalah kemampuan mengelola SABAR dan SYUKUR menghadapi tantangan-tantangan itu.

16. SABAR & SYUKUR itu semisal tentang pasangan; ia keinsyafan bahwa tak ada yang sempurna. Setiap orang memiliki lebih & kurangnya. #Nikah

17. Khadijah itu lembut, penyabar, penuh pengertian, & dukung penuh perjuangan. Tapi tak semua lelaki mampu beristeri jauh lebih tua. #Nikah

18. ‘Aisyah: cantik, cerdas, lincah, imut. Tapi tak semua lelaki siap dengan kobar cemburunya nan sampai banting piring di depan tamu #Nikah

19. Persiapan Ruhiyah #Nikah adalah mengubah ekspektasi menjadi obsesi. Dari harapan akan apa nan diperoleh, menuju nan apa akan dibaktikan.

20. Jika #Nikah masih terbayang sbb: lapar ada yang masakin, capek ada yang mijitin, baju kotor dicuciin. Itu ekspektasi. Bersiaplah kecewa.

21. Ekspektasi macam itu lebih tepat dipuaskan oleh tukang masak, tukang pijit, & tukang cuci;) Ber-obsesilah dalam #Nikah. “Apa obsesimu?”

22. Obsesi sebagai Persiapan Ruhiyah #Nikah semisal: Bagaimana kau akan berjuang sebagai suami/isteri ayah/ibu untuk mensurgakan keluargamu?

23. Usai itu, di antara persiapan Ruhiyah #Nikah adalah menata ketundukan pada segala ketentuanNya dalam rumahtangga & masalah-masalahnya.

24. Lalu persiapan ‘Ilmiyah-Tsaqafiyah (Pengetahuan) #Nikah, meliput banyak hal semisal Fiqh, Komunikasi Pasangan, Parenting, Manajemen, dll

25. Bukan Ustadz-pun, tiap muslim harus sampai pada batas minimal lmu syar’i nan dibutuhkan dalam berhidup, berinteraksi, berkeluarga #Nikah

26. Lalu tentang komunikasi pasangan; seringnya masalah rumahtangga bukan krn ada maksud jahat, melainkan maksud baik nan kurang ilmu #Nikah

27. Sungguh harus diilmui bahwa lelaki & perempuan diciptakan berbeda dengan segala kekhasannya, untuk saling memahami & bersinergi. #Nikah

28. Contoh beda hadapi masalah & tekanan; Wanita: berbagi, didengarkan, dimengerti. Lelaki: menyendiri, kontemplasi, rumuskan solusi #Nikah

29. Bayangkan jika perbedaan itu dibawa dalam sikap dengan asumsi: “Aku mencintaimu seperti aku ingin dicintai” Konflik pasti meraja. #Nikah

30. ->Suami pulang dgn masalah berat disambut isteri yg memaksa ingin tahu& dengar problemnya, padahal ia ingin sendiri & bersolusi. #Nikah

31. . Lihatlah Khadijah saat Muhammad pulang dr Hira’ dengan panik & resah. Dia tak bertanya, dia sediakan ruang sendiri & kontemplasi. #Nikah

32. Sebaliknya-> Isteri yg sdg ingin didengar lalu curhat ke suami, suami malah tawarkan solusi. Padahal dia hanya ingin dimengerti. #Nikah

33. Isteri: Mas aku capek, rumah berantakan bla-bla-bla. Suami: OK, kita cari pembantu. I: O, jadi aku dianggap pembantu?!. S: Lho?! #Nikah

34. BEDA lagi: Suami single tasking, bisa marah kalau isterinya nan multitasking memintanya kerjakan beberapa hal berrangkai-rangkai. #Nikah

35. BEDA lagi: Isteri sering berkalimat tak langsung nan tak difahami suami. Ie: Mas, Salma belum dijemput, aku masih harus masak! #Nikah

36. -> Jawab suami: Oh, kalau gitu biar nanti Salma pulang sendiri” Dijamin para isteri gondok, sebab maksudnya: Tolong jemput Salma! #Nikah

37. BEDA. Bagi suami masalah hrs disederhanakan (Spiral ke dalam). Bagi isteri, tiap detail & keterkaitan sgt penting (Spiral keluar) #Nikah

38. Dan banyak lagi BEDA yang jk tak diilmui potensial jd masalah serius. Lengkapnya di Bahagianya Merayakan Cinta #BMC http://bit.ly/gW5rG4

39. Next: Parenting. Waktu kita sempit; belum puas belajar jd suami/isteri, tiba-tiba sdh jd ayah/ibu. Maka segeralah belajar jd Ortu #Nikah

40. Anak adl karunia yg hiasi hidup, amanah (lahir dalam fitrah, kembalikan ke Allah dalam fitrah), pahala, sekaligus fitnah (ujian). #Nikah

41. Maka mengilmui hingga detail-detail kecil soal parenting adalah niscaya. ie Hadits: renggutan kasar pd bayi membekas di jiwa. #Nikah

42. Uji kecil buat calon ibu & ayah: “Apa yang anda lakukan saat anak lari-larian di depan rumah lalu GABRUSS, jatuh berdebam?” #Nikah

43. LAZIM: “Sudah dibilang, jangan lari-lari! Tuh, jatuh kan!” -> Anak belajar utk menganggap dirinya selalu bersalah dalam hidupnya. #Nikah

44. LAZIM: “iih, batunya nakal ya Nak! Sini Ibu balaskan!” -> Anak belajar salahkan keadaan sekitar utk excuse dr kurangnya ikhtiyar. #Nikah

45. LAZIM: “Hm, nggak apa-apa, nggak sakit, cuma kayak gitu!” -> Ketakpekaan. Hati-hati dibalas saat kita sdh tua & sakit-sakitan;P #Nikah

46. Alangkah bahaya tiap huruf dari lisan bg masa depan anak kita. Latihlah dia agar lempang (tanpa dusta & tipu) dlm taqwa (QS 4: 9) #Nikah

47. Kita masuk persiapan Jasadiyah (Fisik) untuk #Nikah. Ini jua perkara penting sebab terkait dengan keamanan, kenyamanan, & ketenagaan.

48. Awal-awal, periksa & konsultasilah ke dokter atas termungkinnya sgl penyakit tubuh, lebih-lebih nan terkait kesehatan reproduksi #Nikah

49. Per #Nikah-an itu utuh di segala sisi diri, maka menjalani terapi & rawatan tertentu untuk membaikkan fisik adalah jua hal yang utama.

50. Fisik kita & pasangan bertanggungjawab lahirkan generasi penerus yang lebih baik. Maka perbaiki daya & staminanya sejak sekarang. #Nikah

51. Perbaiki pola asup, tata gizi seimbang. Allah akan mintai tg jawab jajan sembarangan jika ia jadi sebab jeleknya kualitas penerus #Nikah

52. Bangun kebiasaan olahraga ilmiah; tak asal gerak tapi membugarkan, menyehatkan, melatih ketahanan. Tugas fisik berlipat 3 setelah #Nikah

53. Jadi, target persiapan fisik #Nikah itu 3 tingkatan; PRIMER: sehat & aman penyakit, SEKUNDER: bugar & tangkas, TERSIER: beauty & charm;)

54. Selanjutnya, persiapan Maliyah (finansial), ini yang paling sering menghantui & membuat ragu sepertinya. Padahal ianya sederhana. #Nikah

55. Yang tepat bicara persiapan Maliyah ini sebenarnya Ust. @ahmadgozali, izinkan Salim lancang singgung sedikit dgn ilmu nan dangkal #Nikah

56. Konsep awal; tugas suami adalah menafkahi, BUKAN mencari nafkah. Nah, bekerja itu keutamaan & penegasan kepemimpinan suami. #Nikah

57. Ingat & catat: Persiapan finansial #Nikah sama sekali TIDAK bicara tentang berapa banyak uang, rumah, & kendaraan yang harus anda punya.

58. Persiapan finansial #Nikah bicara tentang kapabilitas hasilkan nafkah, wujudnya upaya untuk itu, & kemampuan kelola sejumlah apapun ia.

59. Maka memulai per #nikah-an, BUKAN soal apa anda sudah punya tabungan, rumah, & kendaraan. Ia soal kompetensi & kehendak baik menafkahi.

60. ‘Ali ibn Abi Thalib memulai #Nikah bukan dari nol, melainkan minus: rumah, perabot, dll dari sumbangan kawan dihitung hutang oleh Nabi.

61. Tetapi ‘Ali menunjukkan diri sebagai calon suami kompeten; dia mandiri, siap bekerja jadi kuli air dengan upah segenggam kurma. #Nikah

62. Maka sesudah kompetensi & kehendak menafkahi yang wujud dalam aksi bekerja -apapun ia-, iman menuntun: #Nikah itu buat kaya (QS 24: 32)

63. Agak malu, Salim juga minus saat nikah; hutang yang terrencanakan terbayar dalam 2 tahun menurut proyeksi hasil kerja saat itu. #Nikah

64. Tetapi Allah Maha Kaya, dan #Nikah menjadi pintu pengetuknya. Hadirnya isteri menjadi penyemangat; hutang itu selesai dalam 2 bulan.

65. Buatlah proyeksi nafkah #Nikah secara ilmiah & executable, JANGAN masukkan pertolongan Allah dlm hitungan, tapi siaplah dgn kejutanNya;)

66. Kemapanan itu tidak abadi. Saya memilih #Nikah di usia 20 saat belum mapan agar tersiapkan isteri untuk hadapi lapang maupun sempitnya;)

67. Bahkan ketidakmapanan yang disikapi positif menurut penelitian Linda J. Waite (Psikolog UCLA), signifikan memperkuat ikatan cinta #Nikah

68. Ketidakmapanan nan dinamis menurut penelitian Karolinska Institute Swedia, menguatkan jantung, meningkatkan angka harapan hidup. #Nikah

69. Karolinska Institute: kemapanan lemahkan daya tahan jantung thd serangan. Di Swedia, biasanya yang kena infark langsung wafat PNS #Nikah

70. Persiapan #Nikah yang sering terabai ialah nan kelima ini: Ijtima’iyah (Sosial). Pernikahan adalah peristiwa yg kompleks secara sosial.

71. Sebuah per #Nikah-an yang utuh punya visi & misi kemasyarakatan untuk menjadi pilar kebajikan di tengah kemajemukan suatu lingkungan.

72. Untuk itu, mereka yang akan me #Nikah hendaknya mengasah keterampilan sosialnya jauh-jauh hari, sekaligus sebagai bagian pendewasaan.

73. Membiasakan mengkomunikasikan prinsip-prinsip nan diyakini terkait per #Nikah-an & kehidupan kepada Ortu bisa jadi bagian dari latihan.

74. Prinsip Quran tentang hubungan dengan Ortu ialah ‘persahabatan’, Wa Shaahibhuma (QS Luqman 15). Gunakan itu untuk dewasakan diri. #Nikah

75. Maka kadang Salim menilai kedewasaan kawan yang ingin me #Nikah dengan keberhasilannya untuk komunikasikan prinsip pada Ortu scr ma’ruf.

76. Persiapan kemasyarakatan: kumpulkan modal sosial sebanyak-banyaknya; bahasa, ilmu sosio-antropologis, kelincahan organisasi, dll. #Nikah

77. Per #Nikah-an kita harus hadir sbg pengokoh kebajikan masyarakat, bukan beban ataupun pelengkap-penderita. Utama lagi, jadi pelopor.

78. Mulailah dgn perkenalan berkesan pada lingkungan. Saat walimah nanti; tetangga rumah tinggal setelah #Nikah adl yg plg berhak diundang.

79. Jika harus pindah tempat tinggal, mulai jg dgn perkenalan. Pr tokoh: datangi silaturrahim. Masyarakat umum: undang tasyakuran. #Nikah

80. Stl itu, target besarnya adl menjadikan pintu rumah kita sbg yang plg pertama diketuk saat masyarakat sekitar memerlukan bantuan. #Nikah

81. Tentu berat menopangnya sendiri. Mk yang harus kita punya bkn hanya ASET, melainkan juga AKSES. Bangun jaringan slg menguatkan. #Nikah

82. Ilmuilah bgmn cr menguruskan jaminan kesehatan miskin, beasiswa tak mampu, biaya RS, mobil jenazah gratis, dll DEMI TETANGGA KITA #Nikah

83. Tampillah sbg yang penting & bermanfaat dlm hajat-hajat kebahagiaan maupun duka tetangga, juga rayaan-rayaan sosial-masyarakat. #Nikah

84. Tampillah sbg yang terbaik sejangkau suai kemampuan; Imam Masjid, muadzin, Guru TPA, Bendahara RT, Ketua RW, Pendoa jenazah, dst #Nikah

85. Tampillah sbg nan paling besar kontribusi dlm kebaikan-kebaikan sosial: Agustusan, Syawalan, Kerja Bakti, Arisan, Pengajian, dst #Nikah

86. Ringkas kata untuk persiapan sosial #Nikah ini adalah bermampu diri utk menjadi pribadi & keluarga yg AMAN, RAMAH, BERMANFAAT #Nikah

87. Tuntaslah KulTwit Persiapan #Nikah yg diambil dr bagian awal buku Bahagianya Merayakan Cinta #BMC http://bit.ly/gW5rG4 Semoga manfaat;)

88. Kelupaan hal penting: Bawalah masyarakat sekitar kita MELONCAT lebih tinggi dalam kualitas hidup: spiritual, intelektual, finansial

Monday, January 17, 2011

Celine Dion - I love you lyrics

Friday, December 24, 2010

Jumatku

Hmm siang ini sejenak keluar kamar setelah bangun tidur telat dan langsung buka inet baru sarapan dan mandi...terlihat olehku cahaya mentari yang menyilaukan nyaman kurasa hangat sentuhannya di kulitku..Mengingatkanku pada suasana Jumat di Banda Aceh..

Betapa aku merindukannya..Di mana Jumat di kotaku merupakan harinya perempuan untuk berkumpul baik di rumah, kantor, sekolah atau kampus. Seketika suasana hening sejenak, beberapa saat berkumandang azdan kemudian suara khutbah di mesjid-mesjid kota maupun mesjid-mesjidp gampong...damai..Jarang sekali suara motor atau mobil yang lewat, kalopun ada biasanya suara kendaraan tersebut seperti sedang melaju kencang.

Teringat masa SMA ku dulu, yang kalo jumat pasti cepat pulang sekolah dan Bunda sudah menunggu di rumah dengan masakan yang istimewa. Kenapa hari Jumat?? yah..karena kita (aku dan kakakku) pulang sekolah cepat dan masakan untuk makan siang bisa disantap hangat-hangat hmm lezatnya Alhamdulillah..Semuanya ikan segar maupun sayurannya pun segar.

Begitu juga ketika aku SMP masih tinggal bersama kedua orangtuaku, mama atau K'asma selalu membuat masakan pembuka seperti soup, karena ayah dan adikku harus ke mesjid untuk shalat Jumat biar perut gak kosong bisa menyantap soup terlebih dahulu hmm..nikmat..

Nah ketika aku bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, setiap Jumat merupakan menu yang paling enak..kadangkala ada nasi kuning, nasi gurih atau nasi dengan lauk yang lebih bervariasi.

Oh ya waktu aku S1 dulu juga di dekat kosanku ada pusat penjualan sementara di dekat mesjid Dakwah jadi kami (aku dan teman kosanku) sering berbelanja penganan kecil buat makan siang yang aku ingat itu ada tahu gunting hmm ...(#ketawakecil) kaena ga begitu enak tapi aku suka aja..

Nikmat kan hari Jumat, bukan hanya karena makanannya saja, tetapi suasana sepi dan nyaman serasa bisa mendengar kicauan burung dan langit biru..Tapi kalo hujan deras sekalipun aku tetap suka bahkan pernah waktu bajir ataupun suasana habis tsunami aku juga suka Jumatku..

btw, aku juga dilahirkan di Hari Jumat dan sepertinya aku ingin menikah nanti juga di Hari Jumat  ^_^ 

Thursday, December 23, 2010

Well

Hai-hai..

Beberapa moment yang lalu isi blognya penuh dimabuk c.i.n.t.a. sebenrnya ga bgtu dng kondisiku lo..Mungkin karena itu yang paling gampang buat di share ha ha..

Jujur aku paling males kalo nulis tentang persahabatan or pertemanan, kecuali terpaksa. Karena kecenderunganku yang terlalu selektif dalam melabel sahabat buat teman-teman. Karena 'sahabat' bagiku ga bisa sembarangan orang.Mungkin kalian punya pendapat berbeda whatever lah..

Kalo tentang masakan sih ok aja tapi kali ini aku mau bilang tentang apa ya..(mikir dulu)
Hmm..aku mau ujian ni senin besok n sekarang lagi ada perasaan senang, penat , kecewa, sedih, kangen, puas, bersyukur dan..lelah..wahhh seimbang ya perasaan yg dialami hmm..terus gmn dng tugas2?? Just visualisasikan n Insya Allah selesai amien..Insya Allah bakalan lancar :)

Terussss..sekarang lagi senang dengerin lagu-lagunya Katty Perry kayanya suara dia tuh unik deh, ternyata musiknya enak (jadi kepengen beli loudspeaker yg high quality_biar nyambung gt dengernya)

You know what? Aku merasa peran penganalisa ku main banget deh di Kota Jogja ini,sebenrnya dimanapun berada yg namanya peran yah peran lah klo belum di letting go ya tetep aja kebawa-bawa...Ga asik  banget kmana2 ga sadar sok-sok menganalisa jdnya seakan-akan kita ini yg bener banget, :( kan ga bgitu ya..

Well, well..well..sudahlah everything it's gonna be fine. I believe it.

Thursday, December 2, 2010

Cinta..Apa...

Aku telah berusaha sadarkan dia, bahwa aku mencintainya sampai nanti
Tapi dia belum memahami apa yang kurasakan dan aku pun mulai menyangkal apa yang kupahami darinya..
Dan kita membuang waktu saling merasa benar

Jangan menjadi jiwa yang kesepian atau terkungkung oleh pikiran
Melalui segala cobaan dan tantangan yang terjadi diantara kita memang tak mudah
Maafkan saja semua yang tersisa di benak

Selama kita punya waktu hargai apa yang dimiliki
Kita akan merasakan sakit ketika apa yang kita punya selama ini hilang atau pergi dari kita

Kini saat ku belajar menghargai apa yang kupunya
Senyumnya airmatanya setianya  akan kupertahankan

Tuesday, November 23, 2010

Mengadu

Niat awal mau bergadang buat ngerjain tugas, gataunya malah ngeberesin berkas-berkas yang menumpuk di rak buku...

Kuliah makin hari makin padat aja temans..Hampir merasa putus asa dan menyerah, tapi ini cuma dunia semata, masak sih aku mesti putus asa?? Sempat sih gak PD dengan tugas-tugas yang dibuat, cuma ya..mikir lagi ini semua kan proses pembelajaran..

Ugh..malam ini gerah sekali..tadi aku kecapean dengan segudang perkuliahan dan aktivitas assessment membuat aku lelah..jadinya aku tidur dulu untuk melepas penat, dan sekitar 1 1/2 jam kemudian dibangunkan oleh @aank_korn kemudian mencoba melakukan aktivitas yang aku rencanakan awal, yang ada malah aku menghabiskan waktu 2 jam untuk membereskan file catatan n berkas yang menumpuk di rak buku.

Yakin ini bukan merupakan hal yang sia-sia, apalagi keadaan fisik ku saat ini sedang labil, merasakan kekejangan otot dan sakit kepala di bagian tertentu.

Mata udah ga kuat menahan kantuk, tapi pikiran masih melayang dan tak bisa diajak kompromi untuk tidur, maka kuputuskan untuk menulis ini. Aku kangen...Kangen dengan semua yang kucintai. Hmm..memelas tak berarti..hanya bisa memeluk bantal dan menitikkan air mata sambil berdoa yang terbaik buat yang tersayang

Akhirnya kuputuskan untuk tahajud mengadu PadaNya, agak awal sih..tapi aku sedang kalut dan aku sedang tak ingin mengganggu dia malam ini.. Lihat tulisan ini saja begitu kalut hingga tak jelas di mana awal dan akhir adegannya..

Haus..sudah minum 3 gelas sudah pee 3 kali, yah... mungkin psikosomatis menyerang perut juga sudah mulai perih..Alhamdulillah Merapi mulai berbaik hati berharap tugas ke depan lancar dan segera melewatinya dengan damai. Amien..

Malam ini TV kuhidupkan karena ada AMA (Academy Music Award) alesann..aku tak mau kesepian dengan lamunanku, minimal musik dan tontonannya tidak membuat pikiranku sendiri menerawang..

Mencoba mencari kembali semangat itu, bahwa ini semua pilihanku yang aku inginkan sejak dulu, maka sekarang nikmatilah! Bahwa aku akan merindukan masa-masa ini (ah masa..?? n_n  )
Ya Allah...padaMu aku mengadu, padaMu aku berserah diri
Tiada daya upaya dan kekuatanku melainkan dariMu Yang Maha Pemberi

*Hari pertama Block Intervensi, setelah merasakan penatnya 2 block sebelumnya (Observasi&wawancara, Psikodiagnostik) di perkuliahan  Keprofesian dasar psikologi klinis