Showing posts with label Lecture. Show all posts
Showing posts with label Lecture. Show all posts

Wednesday, July 6, 2011

Diary RSJ Soeroyo Magelang

Alhamdulillahirrabbil'alamin..Terima kasih yang tak terhingga  Kepada Sang Raja Seluruh jagad raya untuk mengabulkan segala permohonanku yang akhirnya tinggal selangkah lagi berproses menjadi seorang psikolog  Amiiiin.
Anyway, setelah menempuh 2 semester kemudian tibalah waktunya praktek kerja profesi (PKP). Aku termasuk salah satu yang ditempatkan di RSJ Prof.dr. Soeroyo Magelang bersama 13 temanku yang lain. Wow..suasana Magelang hampir seperti Sabang (bagi yang pernah ke Aceh). Berbukit-bukit, dingin di malam, pagi dan sore hari , namun siang matahari cukup cerah untuk mengeringkan pakaian yang dijemur, tidak terlalu padat seperti jogja, tapi tidak pula terlalu sepi, banyak toko-toko di pinggir jalan. dansering dilewati bus-bus besar.
Kedatanganku ke Magelang disambut oleh perwakilan RSJ dan langsung setelahnya menempati ruang asrama  kemudian kami beramai-ramai mencari informasi tentiran (pembekalan) dengan beberapa psikiatri dan psikolog yang diadakan pada minggu pertama ini.
Subhanallah..perasaan pertama adalah "bingung" tentu saja, selain daerah RSJ yang cukup luas dan tergolong sepi serta masih merupakan bangunan tua peninggalan Belanda, sungguh belum pernah punya pengalaman berinteraksi dengan pasien RSJ terutama yang rawat inap alias berada di bangsal. Pada saat aku mengunjungi bangsal yang telah diizinkan oleh seorang psikolog yang bertugas di sana, deg-degan sih enggak cuma ya..masih kaku, mau berbicara seperti apa dan bagaimana..Alhamdulillah semua mengalir apa adanya. Melihat mereka ada rasa sedih, kasihan, dan seperti tidak percaya bahwa makhluk Tuhan ada yang seperti ini dan bisa menjadi seperti ini. Alhamdulillah aku masih diberikan kesadaran memahami makna cinta kasih dan sayang Allah SWT dan melihat mereka dengan caranya menjalani sisa hidupnya masing-masing. Entah apa yang terjadi dengan hidup, keluarga, dan lingkungan mereka. Sungguh Allah Maha Besar dan begitu banyak rahasia yang terkandung disetiapnya. Ku syukuri penuh rendah diri kepada Allah Swt yang telah menciptakanku sseperti ini.
3 hari telah terlewati dengan beban tugas kuliah serta beban mental yang ada di kepalaku yang mengiang2 terus- menerus,  semoga dapat diatasi Ya Allah...Menarik nafas dan memvisuallisasikan kemenangan melewati pertemupuran  diri dalam menjalani hidup dengan damai. Keadaan ini merupakan salah satu jalan kehidupan yang telah kupilih dan hidupku masih akan terus berwarna dengan hal-hal yang lain dan akan sangat menarik lagi tentunya. PKP ini hanya sebagian kecil pengalaman yang akan sangat berguna dan kusyukuri kehadirannya. Perjalanan hidupku harus lebih baik setiap esoknya. Pastikan bahwa kita adalah HambaNya yang selalu bertaubat dan bersyukur Amiiiiiiiiiiinnnnnn

Friday, May 20, 2011

Health Psychologyst

Sekitar dua minggu lalu saya mendapat sebuah tugas yang entah bagaimana tepatnya instruksi tugas tersebut sehingga saya mempersepsikan bahwa tulisannya berisi impian profesi saya ke depan setelah menyelesaikan pendidikan keprofesian ini. Berikut merupakan salah satu dari sekian banyak impian profesi saya, yang dideskripsikan agar lebih mudah dipahami pembaca dan follower  :) terutama mengenai psikolog dan salah satu dari sekian banyak jenis psikolog di dunia.
Well, Saya sangat berminat pada psikologi kesehatan. Ke depan saya  ingin menjadi ahli di bidang psikologi kesehatan.  Psikologi kesehatan ini merupakan salah satu spesifikasi psikologi yang berfokus bagaimana faktor biologis, psikologis, dan sosial berpengaruh terhadap kesehatan dan penyakit. Permasalahan yang terjadi biasanya berkaitan dengan  sistem perawatan kesehatan (health care system),  permasalahan gaya hidup dan kepribadian yang berpengaruh terhadap kemunculan penyakit.
Alasan yang membuat saya berminat terhadap psikologi kesehatan awalnya adalah ketertarikan saya terhadap adanya gagasan bahwa antara ilmu kedokteran dengan psikologi yang entah bagaimana memiliki hubungan sejarah yang sangat panjang. Dimana keadaan ini diformulasikan oleh Sigmund Freud yang sebagai seorang dokter menemukan beberapa pasien menunjukkan gejala penyakit fisik tanpa adanya gangguan organik. Freud akhirnya mengkonversikan gejala tersebut dengan teori psikoanalisanya sebagai konflik emosional tidak sadar. Selain hal tersebut di atas, dewasa ini perubahan gaya hidup manusia seperti pola perilaku makan, bekerja, istirahat, olahraga, dan pola perilaku yang menjadi kebiasaannya sangat berpengaruh terhadap kesehatan individu itu sendiri maupun lingkungan. Individu memiliki caranya masing-masing dalam menghadapi situasi yang penuh stress. Hal itu juga tidak luput dari kepribadian seseorang yang juga berhubungan dengan kesehatan.
Secara umum, psikolog kesehatan sangat berperan secara klinis membantu individu maupun kelompok untuk mencegah penyakit dan meningkatkan perilaku sehat. Psikolog kesehatan juga membantu dalam ruang lingkup medis dengan cara melakukan asesmen perilaku, wawancara klinis, dan tes kepribadian. Kegiatan lain yang dilakukan adalah melibatkan intervensi terhadap individu atau kelompok seperti intervensi dalam usaha mengurangi stress, melakukan promosi dan pemeliharaan kesehatan, program rehabilitasi, bagaimana seseorang secara psikologis mampu mengatasi penyakit dan penderitaan yang dialaminya, dan banyak lagi yang lain.
Di Indonesia, bahkan di dunia lapangan pekerjaan psikologi kesehatan sangat baru. Profesional ini masih terus dalam pengembangan. Kebanyakan psikolog kesehatan akan bekerja di rumah sakit, klinik, dan juga tidak menutup kemungkinan menjadi akademisi di universitas sambil melakukan pertolongan secara langsung terhadap klien atau memberikan sumbangan secara tidak langsung melalui penelitian, pengajaran, dan kegiatan konsultasi.
Peningkatan kapasitas dan profesionalitas dalam bidang ini sangat diperlukan terutama dalam hal teknik psikoterapi yang berguna dalam melakukan intervensi bagi individu maupun kelompok, modifikasi perilaku yang menggunakan prinsip kognisi dan belajar berperan untuk memahami dan membantu perubahan perilaku manusia, dan pendidikan kesehatan serta pelatihan mengenai psikologi kesehatan itu sendiri.
Psikologi Kesehatan berada di bawah naungan divisi 38 dalam APA (American Psychological Association) yaitu health psychology.  Divisi ini bertujuan meningkatkan kontribusi psikologi untuk memahami kesehatan dan penyakit melalui penelitian dasar dan klinis, pendidikan,dan kegiatan pelayanan serta mendorong integrasi informasi biomedis tentang kesehatan dan penyakit dengan pengetahuan psikologis saat ini. Psikolog kesehatan dapat bekerjasama dengan ahli medis/ dokter dalam melakukan praktek kerja berkaitan dengan hubungan psikologi dengan kesehatan manusia, adanya hubungan penyakit mental dengan penyakit fisik, dan melakukan intervensi, prevensi dalam kaitan biopsikologi.  Selain divisi 38, Psikolog kesehatan juga dapat bergabung di divisi 12: Society of Clinical Psychology, di sini psikolog kesehatan dapat terlibat di bagian Association of Psychologists in Academic Health Centers (APAHC). Selain itu psikolog kesehatan juga bergabung pada divisi 17 : Society of Counseling Psychology  di sini, psikolog kesehatan berkontribusi memberikan konseling mengenai psikologi kesehatan. Dalam divisi 22: Rehabilitation Psychology, di sini psikolog bergerak dalam praktek rehabilitasi individu maupun komunitas, memberikan pelayanan kesehatan mental, dan mengupayakan pribadi yang mengalami kecacatan  untuk semakin sehat secara psikis dan juga melakukan intervensi-intervensi psikologi baik secara individual maupun kelompok. Pada divisi 28: The Division of Psychopharmacology and Substance Abuse psikolog kesehatan dapat  bergabung untuk melakukan promosi, pengajaran, penelitian, dan penyebarluasan informasi mengenai efek obat pada perilaku. Selanjutnya divisi 40 : Clinical Neuropsychology, pada divisi ini psikolog berperan mempromosikan psikologi kesehatan terkait dengan penelitian hubungan antara otak dan perilaku manusia. Pada divisi 50:  Society of Addiction Psychology, pada divisi ini psikolog kesehatan ikut mempromosikan kemajuan penelitian, pelatihan professional dan praktek klinis dalam berbagai perilaku adiktif bermasalah termasuk penggunaan alkohol, nikotin, dan obat-obatan lainnya serta gangguan kecanduan yang melibatkan perjudian, makan dan perilaku seksual. Pada divisi 55: American Society for the Advancement of Pharmacotherapy, psikolog kesehatan berperan meningkatkan praktek perawatan kolaboratif antara psikologis dengan farmakologis dan profesi kesehatan lainnya.
Demikian penjelasan singkat mengenai psikolog kesehatan :)

Tuesday, November 23, 2010

Mengadu

Niat awal mau bergadang buat ngerjain tugas, gataunya malah ngeberesin berkas-berkas yang menumpuk di rak buku...

Kuliah makin hari makin padat aja temans..Hampir merasa putus asa dan menyerah, tapi ini cuma dunia semata, masak sih aku mesti putus asa?? Sempat sih gak PD dengan tugas-tugas yang dibuat, cuma ya..mikir lagi ini semua kan proses pembelajaran..

Ugh..malam ini gerah sekali..tadi aku kecapean dengan segudang perkuliahan dan aktivitas assessment membuat aku lelah..jadinya aku tidur dulu untuk melepas penat, dan sekitar 1 1/2 jam kemudian dibangunkan oleh @aank_korn kemudian mencoba melakukan aktivitas yang aku rencanakan awal, yang ada malah aku menghabiskan waktu 2 jam untuk membereskan file catatan n berkas yang menumpuk di rak buku.

Yakin ini bukan merupakan hal yang sia-sia, apalagi keadaan fisik ku saat ini sedang labil, merasakan kekejangan otot dan sakit kepala di bagian tertentu.

Mata udah ga kuat menahan kantuk, tapi pikiran masih melayang dan tak bisa diajak kompromi untuk tidur, maka kuputuskan untuk menulis ini. Aku kangen...Kangen dengan semua yang kucintai. Hmm..memelas tak berarti..hanya bisa memeluk bantal dan menitikkan air mata sambil berdoa yang terbaik buat yang tersayang

Akhirnya kuputuskan untuk tahajud mengadu PadaNya, agak awal sih..tapi aku sedang kalut dan aku sedang tak ingin mengganggu dia malam ini.. Lihat tulisan ini saja begitu kalut hingga tak jelas di mana awal dan akhir adegannya..

Haus..sudah minum 3 gelas sudah pee 3 kali, yah... mungkin psikosomatis menyerang perut juga sudah mulai perih..Alhamdulillah Merapi mulai berbaik hati berharap tugas ke depan lancar dan segera melewatinya dengan damai. Amien..

Malam ini TV kuhidupkan karena ada AMA (Academy Music Award) alesann..aku tak mau kesepian dengan lamunanku, minimal musik dan tontonannya tidak membuat pikiranku sendiri menerawang..

Mencoba mencari kembali semangat itu, bahwa ini semua pilihanku yang aku inginkan sejak dulu, maka sekarang nikmatilah! Bahwa aku akan merindukan masa-masa ini (ah masa..?? n_n  )
Ya Allah...padaMu aku mengadu, padaMu aku berserah diri
Tiada daya upaya dan kekuatanku melainkan dariMu Yang Maha Pemberi

*Hari pertama Block Intervensi, setelah merasakan penatnya 2 block sebelumnya (Observasi&wawancara, Psikodiagnostik) di perkuliahan  Keprofesian dasar psikologi klinis


Thursday, November 4, 2010

Catatan Sesi Asessment dalam Transpersonal

I.                   Identitas Subjek
Nama                                 :  DM
Jenis Kelamin                    : Perempuan
Usia                                  : 25 Tahun
Pendidikan  Terakhir          : S1

II.                Dinamika Psikologis
a.       Sesi I
Pada sesi ini subjek diminta untuk melakukan pernafasan diafragma dengan posisi mata terbuka mengarah 45 derajat ke bawah. Setelah mengulang dan fokus pada teknik pernafasan tersebut sekitar 2 menit, subjek diajak untuk menutup mata secara perlahan-lahan sambil fokus pada teknik pernafasan dan mengikuti instruksi dengan merasakan apapun sensasi yang ada pada subjek. Pada saat ini subjek merasakan seolah-olah aliran darah naik menjalar ke atas kepalanya, melewati dagu secara perlahan-lahan kemudian ke pipi lalu ke dahi dan keseluruhan muka dan setelah itu terasa sedikit hawa panas di keseluruhan kepala. Pada sesi ini subjek hampir menitikkan air mata dikarenakan terbawa oleh keadaan yang dialami subjek sebelumnya.
b.      Sesi II
Pada sesi II ini, hampir sama dengan dengan proses sesi I hanya saja waktu yang diberikan untuk merasakan sensasi yang yang terjadi lebih lama dari sebelumnya. Di sini subjek merasakan gatal-gatal pada beberapa bagian tubuh seperti pada bagian hidung, dada, tumit kaki kiri. Selain itu di telapak tangan kiri subjek terasa seperti ada sedikit sengatan aliran listrik atau hampir seperti kesemutan namun rasanya tidak kentara. Pada bagian belakang di belahan kiri kepala agak terasa panas dan tengkuk terasa pegal sekali. Subjek merasa tidak bisa fokus pada teknik pernafasan dan merasa ketidaknyamanan.
c.       Sesi III
Sesi ke-tiga subjek mulai fokus kembali pada teknik pernafasan diafragma. Di sesi ini mata ditutup dan kemudian  diiringi dengan musik/suara alam. Pada awalnya subjek masih bisa fokus terhadap teknik pernafasan sebelumnya, manun ketika mendengar musik/suara alam nafas subjek semakin tidak terkontrol dan terjadi kesulitan untuk menjaga itme nafas. Sehingga membutuhkan waktu untuk mengelola nafas kembali dan akhirnya melakukan pernafasan biasa dan mengusahakan senyaman yang subjek rasakan. Subjek mencoba untuk menikmati alunan musik yang diperdengarkan tiba-tiba kaki subjek terasa berat sekali seakan-akan ada energi yang menarik kaki subjek ke arah bawah dan membuat subjek untuk bergerak mengangkat kakinya kemudian meletakkan kembali menyentuh lantai, tapi sesaat kemudian terasa lagi ketidaknyamanan pada daerah betis hingga telapak kaki. Agar nyaman subjek menggerak-gerakkan jari kaki, pergelangan kaki sambil fokus terhadap sesuatu warna yang muncul di hadapan subjek. Ada warna pelangi yang terbentuk seperti permen bulat yang pipih. Warna pelangi tersebut  berkeliling mengikuti alunan musik di hadapan subjek dengan mata terpejam. Tiba-tiba kepala subjek terasa bergerak berkeliling mengikuti warna pelangi tersebut yang berkeliling dan gerakan kepala subjek bergerak tanpa kontrol dan subjek mencoba mengikuti gerakan yang terasa seperti ditarik untuk berputar-putar. Pada telapak tangan subjek terutama yang sebelah kiri terasa semakin melebar dan merenggang. Subjek menjadi tidak bisa fokus dengan apapun kecuali rasa penasaran subjek ingin segera membuka mata.
d.      Sesi IV.
Pada sesi ini hampir sama dengan sesi III namun musik/suara alam yang diperdengarkan lebih kaya dan lama. Ada beberapa instruksi yang diberikan utnuk dibayangkan. Ketika subjek membayangkan proses bagaimana ibu subjek melahirkan subjek bersama ayah, subjek fokus membayangkan proses kelahiran namun tiba-tiba muncul sosok perempuan di slide sebelah kanan subjek dengan setting padang pasir suasana di siang hari yang cerah perempuan tersebut menggunakan baju putih dan berambut panjang dengan kerudung yang tidak menutup keseluruhan kepalanya. Dari kejauhan seperti ada fatamorgana, dia berjalan semakin mendekat ke hadapan subjek, perempuan tersebut menggunakan kalung seperti kalung tasbih berukuran besar hingga menutup sebagian tubuhnya, kalung tasbihnya berwarna perak dan dia memegang tongkat kayu panjang. Ketika muncul wajahnya yang samar-samar dihadapan subjek dia tersenyum seperti kedua orangtua subjek yang tersenyum pada saat proses kelahiran. Subjek sempat khawatir bagaimana rupanya namun ternyata sangat manis dan lembut mencerminkan kedewasaan seorang perempuan. Ketika berganti instruksi untuk membayangkan peristiwa yang lain muncul kembali perempuan tersebut sambil menari-nari mengikuti irama musik yang diperdengarkan. Subjek terus membayangkan pengalaman yang pernah terjadi sesuai instruksi yang diberikan, namun perempuan tersebut sealau muncul dengan tarian dan baju yang berganti warnanya dari putih ke merah kemudian hijau muda, biru tua dan terakhir ketika membayangkan masa remaja subjek melihat warna baju perempuan tersebut menjadi biru muda. Semua bajunya panjang dan menggunakan rok yang lebar. Dia menari seperti tarian para penari tarian sufi dari turki (tarian sema) namun terkadang satu kakinya diangkat ke arah atas seperti penari ballet. Subjek merasa sangat menikmati melihat perempuan tersebut menari seakan-akan tidak ingin ketinggalan gerakan apa yang akan ditunjukkan olehnya, namun instruksi pun berubah-ubah dan alunan musik/suara alam yang diperdengarkan juga membuat suasana slide yang tampak oleh subjek menjadi semakin berbeda. Semakin sempit dan gelap. Hanya terlihat perempuan tersebut yang menari dan latar layar hitam dan sorotan cahaya di tubuhnya, seperti pementasan.

Monday, October 25, 2010

Apakah saya harus bersedih

Ketika saya berada di lingkungan di mana norma dan etika di tempat saya tinggal ada perbedaan yang signifikan sehingga membutuhkan adaptasi dan adjusment ekstra (karena karakter budaya saya yang melekat).

Ketika itu dihubungkan dengan situasi akademik dalam proses pencapaian karir untuk memenuhi kebutuhan dunia dan terikat pada sistem..hmm sungguh terasa berat (personal taste).

Ketika target tidak tercapai karena dua hal  tersebut tidak mampu berkoordinasi..

Apakah saya harus bersedih..??

Seketika itu saya mendapat pencerahan bahwa mereka yang pintar telah belajar menggunakan bakatnya. Mereka yang bahagia telah belajar untuk menerima kekurangannya

Alhamdulillah semua itu bukan merupakan suatu kebetulan. Karena sudah ada qada dan qadar Nya..Secara psikologis ini merupakan suatu bentuk rasionalisasi bagi saya, namun secara religiusitas saya yakin semua ada hikmahnya dan Ridha Allahlah tujuan kita sesungguhnya

Monday, September 20, 2010

Kuliah Pertama Kemagisteran dan Keprofesian Dasar

Alhamdulillah tak heni-hentinya kuucapkan kepadaMu  Ya Wahhab Sang Pemberi yang telah memberikanku kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.


Kuliah hari ini tergolong padat, namun karena ruang bersih dan sejuk (ber-AC) tanpa terasa tidak melelahkan. Bisa dibilang kuliah dimulai pukul 7.30 hingga 16.30, namun banyak kondisi break  yang tidak terjadwal terjadi dan hal ini mungkin salah satu faktor pendukung sehingga tubuhku tidak merasa bosan ataupun keletihan.


Kuliah pertama diawali dengan overview keprofesian, disini aku baru menyadari betapa padatnya 5 hari dalam seminggu yang akan aku habiskan dalam satu semester ini! You know what I'm thinking?? Hmm..aku buang jauh-jauh (ga jauh banget sih) pikiran bakalan mau ikut aerobic plus spa, swimming in the afternoon, or jadwal mencuci yang mesti diatur ulang (tadinya bisa nyuci pagi hari, ternyata..sepertinya usaha laundry bakalan maju pesat deh) apalagi jadwal mau nonton film korea di sore hari whuih..mesti beli dvd bajakan n minta dicopy ama yayank terchayank ntar :p


Sebenarnya beberapa hari sebelumnya aku mengalami kecemasan sedikit, akibat self confidence ku berkurang yang dikarenakan pikiran negatif tentang kurangnya kemampuanku dalam mengontrol diri untuk tekun belajar or something that can associated with "study hard"..Coz in profession we must focus about subject and me just a woman who has way of learning that should not be modelled (please correct my structure) :") . Well kecemasan itu pun hilang sejalan dengan pikiran ku yang makin positif bahwa sesungguhnya Allah akan memberikan apa yang kita minta dan aku yakin semua yang terjadi jika kita berpikir positif berusaha menerima dan menyadari itu memang ridhaNya maka aku akan ikhlas. Sebelum hal buruk yang ada dipikiranku tidak terjadi, maka aku harus berusaha semampuku, right?!


Kuliah kedua adalah kemagisteran, yaitu kuliah filsafat manusia (wow)..Why? tau ga, pas S1 dulu aku tuh udah pernah kuliah filsafat, tapi ga 'mudeng' deh dan tadi aku aga surprise kalo ternyata "Filsafat" itu ilmunya setingkat lebih tinggi dari "Science" n tapi teteuplah masih dibawah "Religiusitas". Di sini aku mencoba menikmati setiap kalimat yang terucap dari sang dosen, anyway ga banyak #nguap yang terjadi :) bukan berarti kuliah ini mesti makan kuaci lo..


Yap setelah break sesaat masuklah Kuliah Kualitatif dan waw..seneng deh ketemu sama dosen ini, sebenarnya beliau adalah dosen yang bukan mengajar di kelas kami dan aku pernah mengharapkan beliau untuk mengajar kualitatif di bidang ku (klinis) ternyata Allah berkehendak seperti yang kuinginkan, dan ini bukanlah suatu kebetulan bukan!? Gatau gimana cerita persisnya tapi dosen yang seharusnya mengajar di kelasku malah pindah ke kelas lain :) Amazing!
Mau tau kenapa aku senang dengan dosen ini? hmm..not so special but, he knew me when I was in Aceh. Simple, isn't it..? Jadi aku senang aja kalau lagi kuliah diperhatikan sama dosen. Karena masa laluku selama aku sekolah kalo ada pengajar yang ga merhatiin aku aku tuh bakal cuek sama dia juga termasuk sama pelajarannya juga. CATAT!


Oh ya, dan ternyata Kualitatif ini sangat menginspirasiku dalam menulis lo..skripsiku juga pakai jenis penelitian ini, sebenrnya aku msih berharap kalau thesis nanti bisa pakai kualitatif dan beliau bisa jadi pembimbingku :) meskipun Universitasku searang ini sangat menjunjung tinggi ilmu kuantitatif dan berdasarkan tingkat keakuratannya kualitatif itu termasuk rendah banget :'( tapi aku ga boleh paah semangat..Kalau bukan aku yang memulai untuk fokus di penelitian ini siapa lagi? Dengan aku serius, berusaha, berdoa, pasti ada jalan, karena aku memiliki harapan buat mahasiswaku nantinya ada dosen yang bisa ahli di kualitatif (cieee...Amien). Biarin aja orang-orang kuantitatif bergong-gong ya ga? Hmm tapi bagaimanapun juga kepengen sekali bisa kuantitatif yah dua-duanya lebih baik :)) Insya Allah..


Terus..yang paling dan bukan kebetulan sekali adalah, di setiap hari perkuliahan kualitatif, kita diminta membuat reflective journal seperti refleksi harian..yah apa kaya nulis blog begini ya? dan ini sangat menambah semangatku buat nulis loh..Asli! Buktinya aku nulis lagi kan hehehe.. Cenengnya.#masihkebayang2pujian kakandatercinto huwek..


Kuliah terakhir dengan judul "mengenal symptom-tom-tom" aneh banget ya tu dosen, tapi aku suka :) di sini kita diberikan angket/skala stress dan aku termasuk kategori "uhuk-uhuk" itu tu kategori stress loh..Ah..Masa sih?? Kalo di tanya ma #sobat ku pasti dia bilang "emang iya" hahaha...


Terus yang masih aku belum yakin, teknik CBT (Cognitive Behavior Therapy) bilang kalo ada symptom yang sering muncul ketika kita megalami katakanlah stress atau psychosomatic itu diucapkan sebelum 'hal' itu terjadi misal: jika kita selalu mual dalam perjalanan jauh, maka katakanlah sebelum berangkat "saya akan mual nih kalau mau perjalanan jauh kaya gini." dan itu katanya..akan memberikan reaksi kepada saraf parasimpatic kita (gua belum hafal teorinya seperti apa hehe..ntar deh kalo ada lagi bahasan tips2 seperti ini kita kaji ulang otreh)


Wah banyak juga ya tulisan hari ini :) masih banyak lo yang ga ditulis..Sekarang mau buat tugas menulis dulu deh ada dua nih:
1. Reflective journal (Kualitatif)
2. Menulis symptom stress diri sendiri, penyebabnya apa..bener ga ya? (Mengenal symptom-tom-tom)